FIND THE UPDATED NEWS

Find the latest news, insight, event and stories about Sari Mas Permai!

STAY UPDATED STAY AWAKE

We provide more information about what’s happening in Sari Mas Permai, our latest activities, growth, and more. Stay connected with us through Facebook and LinkedIn for our latest news!

WHAT'S HAPPENING IN SARI MAS PERMAI?

Beda Kualitas Kelapa dari Kandungan Asam Lauratnya


[ Articles ] 22/Apr/2020 12:00

Berbicara tentang manfaat kelapa, jenis tumbuhan yang satu ini hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan mulai dari diolah menjadi produk yang baru atau bahkan langsung dikonsumsi tanpa perlu melewati proses pengolahan terlebih dahulu. Tapi apakah semua kelapa memiliki kualitas yang sama? Jika tidak, kelapa yang seperti apa yang dapat dikatakan sebagai kelapa yang terbaik?

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai syarat kelapa menjadi kelapa yang terbaik, tidak ada salahnya kita bahas terlebih dahulu manfaat yang terkandung di dalam buah kelapa. Setiap bagian dari kelapa dapat dimanfaatkan oleh manusia mulai dari dahan, daun, hingga buahnya. Bahkan setiap bagian dari buah kelapa juga memiliki berbagai manfaat. Selain daging buah kelapa dan air kelapa, kulit buah kelapa atau yang sering disebut dengan tempurung kelapa atau batok dan sabut kelapa juga memiliki berbagai manfaat. Batok kelapa contohnya, jika sebagian besar kulit buah tidak dapat dimanfaatkan, berbeda dengan tempurung kelapa ini. Selain dijadikan sebagai arang yang lebih banyak digunakan sebagai bahan bakar, tempurung kelapa yang sudah melalui tahap pengolahan ternyata juga dapat bermanfaat untuk mengobati beberapa penyakit seperti diabetes, keracunan makanan, hingga membantu proses penyembuhan luka [1].

Lalu bagaimana dengan sabut kelapa? Berbeda dengan batok kelapa (tempurung kelapa) yang bisa bermanfaat untuk kesehatan, sabut kelapa yang umumnya memiliki ketebalan 5-6 cm ini lebih banyak dimanfaatkan dan diolah menjadi beberapa benda yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari [2]. Benda yang terbuat dari sabut kelapa yang paling sering dijumpai adalah alat penyaring air dan juga alat penjernih air. Selain diolah menjadi benda yang bermanfaat, sabut kelapa juga dapat diolah menjadi pupuk organik yang berbentuk cair. Hal tersebut karena di dalam sabut kelapa terdapat kandungan unsur kalium sebesar 10,25%. Kandungan unsur kalium tersebut dapat menjadi alternatif untuk menggantikan pupuk KCL [3].

Setelah membahas 2 bagian dari buah kelapa di atas, sekarang saatnya membahas mengenai manfaat dari daging kelapa. Tidak kalah dengan tempurung dan sabut kelapa, daging kelapa adalah bagian yang memiliki banyak manfaat. dapat dikatakan, bagian daging kelapa adalah bagian yang paling difavoritkan dan banyak diambil untuk dimanfaatkan dan diolah. Di dalam daging kelapa terdapat banyak kandungan mulai dari protein, karbohidrat, dan lemak yang sangat penting untuk proses metabolisme tubuh, serta vitamin A, D, E, dan K serta provitamin A. Selain bisa dimakan secara langsung, daging buah kelapa juga bisa diolah menjadi beberapa produk seperti minyak goreng, cream, hingga produk yang dipercaya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan yaitu minyak kelapa murni atau yang lebih umum dikenal dengan nama VCO (Virgin Coconut Oil). Lalu, apakah semua kelapa dapat menghasilkan produk dengan kualitas yang sama? Kualitas produk olahan berbahan dasar kelapa yang dihasilkan tergantung dari cara pengolahan dan kualitas kelapa yang digunakan. Bagaimana cara mengetahui kelapa dengan kualitas terbaik?

Salah satu faktor penentu kualitas yang dimiliki oleh buah kelapa adalah dilihat dari tingginya nilai kandungan MCFA dan asam laurat yang ada. Nilai kandungan MCFA dan asam laurat yang dimiliki oleh buah kelapa dipengaruhi oleh jenis varietas kelapa. Secara kelompok besar, kelapa dibedakan ke dalam 2 varietas yaitu kelapa dalam dan kelapa genjah. Kelapa dalam adalah kelapa yang baru dapat menghasilkan buah ketika berusia 6-8 tahun. Karakteristik yang paling menonjol dari varietas ini adalah pohon yang tinggi menjulang mencapai 35 meter dengan pangkalnya berukuran besar. Sedangkan kelapa genjah adalah jenis varietas kelapa yang bisa menghasilkan buah pada usia 3-4 tahun. Karateristik pohon kelapa varietas kelapa genjah adalah tinggi pohon lebih pendek dari varietas kelapa dalam yaitu hanya mencapai 20 meter dan fisik pohonnya lurus ke atas [4].

Dari penelitian yang pernah dilakukan, meskipun perbedaan persentasenya hanya sebesar 2%-3%, akan tetapi dapat dikatakan bahwa kandungan asam laurat yang pada varietas kelapa dalam lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan asam laurat yang ada pada varietas kelapa genjah. Varietas kelapa dalam memiliki kandungan kadar asam laurat antara 43% - 53%, sedangkan kadar asam laurat pada varietas kelapa genjah hanya berkisar antara 36,04% - 44,19%.

Selain dari jenis varietasnya, faktor lain yang mempengaruhi kualitas kelapa dan mempengaruhi kadar kandungan asam laurat kelapa adalah letak tinggi tempat pohon kelapa itu tumbuh. Meskipun dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi, ternyata berbeda dataran berbeda pula kualitas kelapa yang dihasilkan. Dari hasil penelitian memberikan angka bahwa kelapa yang dihasilkan dari pohon yang ditanam di dataran rendah memiliki kadar asam laurat lebih tinggi 1%-2% dibandingkan dengan kelapa yang dihasilkan dari pohon kelapa yang ditanam di dataran tinggi [5].

Kelapa yang bagus belum tentu dapat menghasilkan produk olahan kelapa yang bagus pula. Hal tersebut dikarenakan terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas produk hasil olahan kelapa. Faktor tersebut adalah metode produksi, metode pengawasan kualitas hasil produksi hingga peralatan yang digunakan pada saat tahap produksi.

Referensi : [1] https://www.utakatikotak.com/kongkow/detail/7394/15-Manfaat-Tempurung-Kelapa-untuk-Kesehatan-dan-Kebutuhan-Hidup-Manusia

[2] https://www.viva.co.id/vstory/lainnya-vstory/1180187-ternyata-sabut-kelapa-memiliki-banyak-manfaat-berikut-ulasannya

[3] https://8villages.com/full/petani/article/id/5d5b6c6ab1890a0e63b3ac60

[4] http://digilib.unila.ac.id/5723/14/14.%20BAB%202.pdf

[5] Kandungan asam laurat pada berbagai varietas kelapa sebagai bahan baku VCO, HENGKY NOVARIANTO dan MEITY TULALO